Serupa Namun Tak Sama
“Aku Adalah Pahlawan Bagi Diriku Sendiri”
A
Kira-kira hal tersebutlah yang akhir-akhir ini sering saya lakukan. Semenjak merantau dan hidup sendiri, saya seringkali merasa bahwa saya tidak dapat melakukannya. Tuntutan pekerjaan sebagai sales, nyatanya terlalu berat untuk dihadapi oleh Hernowo. Selain daripada itu, Hernowo adalah orang yang pemalu dan lebih suka berpikir dan merenungkan tentang penciptaan alam semesta dibandingkan dengan menawarkan produk sabun ataupun mie instan untuk pelanggan.
Namun jangan salah sangka, Hernowo bukannya tidak mampu. Hanya saja laksana komputer yang memiliki bagian-bagian khusus. Seperti halnya CPU (Central Processing Unit) yang lebih cocok untuk memproses data-data spesifik dengan jumlah terbatas, sedangkan VGA (Video Graphic Adapter) lebih cocok untuk memproses data-data repetitif dalam jumlah banyak. Jika mau CPU bisa saja memproses data repetitif, namun hal itu tentunya akan lebih lambat dan berakhir kurang efisien. Pun Hernowo juga kurang cocok untuk memproses tugas-tugas sales yang membutuhkan seseorang yang memiliki skillset untuk memahami kebutuhan pelanggan dan berfikir cepat untuk menyelesaikan target distribusi yang ada. Hernowo dengan pola pikir yang cermat dan memikirkan segala langkahnya dengan teliti, bahkan hingga dua, tiga langkah ke depan nyatanya kurang efisien untuk pekerjaan yang diberikan.
Untuk itulah Hernowo menciptakan Bowo. Diinspirasi dari nama artis TikTok ternama yang tentu saja sangat memorable di masanya. Berbeda dengan Hernowo, Bowo bisa menyelesaikan segala tuntutan yang diberikan perusahaan. Bowo sendiri tidak kenal lelah dan takut, serta bisa memproses segala tuntutan distribusi dengan lebih cepat dan efisien. Mulai dari pagi hingga petang saya adalah Bowo, seorang salesman handal yang selalu berusaha untuk menyelesaikan target dengan cepat, tepat lagi efisien.
Namun demikian, ketika saya sampai di rumah saya adalah Hernowo seorang pemikir dan ahli strategi.
NB : Ini bukan berarti saya memiliki kepribadian ganda.
Tidak ada komentar